Selasa, 03 Januari 2012

MAKALAH SEJARAH MASJID KUBAH EMAS


BAB I
PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang
Melihat perkembangan zaman yang sangat maju, terutama di bidang teknologi dan ilmu pengetahuan, penulis mempunyai sebuah pemikiran yaitu bagaiman cara untuk mencintai dan menghargai “Masjid” sebagai tempat ibadah atau bersujud kepada Allah SWT . kemudian penulis memilih Masjid Kubah Emas karena Masjid ini adalah salah satu Masjid yang  termegah di Indonesia dan menarik untuk di bahas sejarahnya.
Selain itu ada beberapa hal yang mendorong penulis untuk memilih judul “SEJARAH MASJID KUBAH EMAS” ini bahwasanya Masjid ini adalah Masjid yang Ornament kubahnya berlapis Emas, sehingga patut kita cintai dan hargai serta syukuri. Dan nantinya dapat menjadi sejarah di kalangan umat islam seluruh dunia.
Dari uraian diatas, penulis memutuskan untuk memilih “SEJARAH MASJID KUBAH EMAS” sebagai judul dalam pembuatan Karya tulis ini. Dan semoga dengan pemberian judul ini pembaca yang budiman tertarik dan berkeinginan mengetahui secara jelas tentang bagaimana mencintai, menghargai dan mensyukuri nikmat Allah SWT yang berupa  “MASJID KUBAH EMAS” ini dengan mempelajari sejarahnya. 

Senin, 02 Januari 2012

MAKALAH SUNAN KUDUS JA’FAR SHODIQ


BAB I
           PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang
Ja’far Shadiq adalah salah satu tokoh ulama terkenal di Indonesia dalam perkembangan dan penyebaran agama islam, terutama dalam mengajarkan ilmu fiqih. Yang menjadi daerah operasinya adalah daerah pesisir utara, yaitu : Gresik, Tuban, Ampel (Surabaya), Cirebon dan Banten. Sunan Kudus adalah salah satu anggota wali songo, dan diantara kesembilan wali, hanya beliaulah yang terkena sebagi “wali ilmu”, beliau juga menjadi imam syiah yang ke enam.
Tiap tahun atau pada tanggal 10 asyura, di Kudus diadakan upacara penggantian kelambu makam Sunan Kudus yang disebut dengan “Buka Luwur” dan perlu kita perhatikan bahwa ada perbedaan cirri-ciri khusus di antara daerah satu dengan lainnya. Pendidikan dan tingkah laku, para pedagang-pedagang secara perseorangan meluas dan semarak seperti perkembangan islamdi dunia. Ja’far Shadiq atau Sunan Kudus, memiliki banyak karomah (kemampuan diluar batas, kemanusian, pembelaan Allah, karena kesolehan dan kezuhudannya).
Dalam setiap argument atau ide pastinya ada beberapa alasan, diantara alasan tersebut adalah :
1.    Penulis karya tulis ini merupakan salah satu syarat dalam mengikuti ujian akhir nasional Madrasah Aliyah Hidayatul Mubtadi’in Bulusari.
2.    Penulis ingin mengetahui tentang sejarah Sunan Kudus.
3.    Penulis ingin mengetahui benda-benda peninggalan Sunan Kudus.

Kamis, 15 Desember 2011

MAKALAH ILMU KALAM

PENDAHULUAN
Dalam Islamic Studies atau Dirasat Islamiyah, ilmu kalam (`ilm al-kalâm) termasuk kajian yang pokok dan sentral. Ilmu ini termasuk rumpun ilmu ushuluddin (dasar-dasar atau sumber-sumber pokok agama). Begitu sentralnya kedudukan ilmu kalam dalam Dirasat Islamiyah sehingga ia menawari, mengarahkan sampai batas-batas tertentu "mendominasi" arah, corak, muatan materi dan metodologi kajian-kajian keislaman yang lain, seperti fikih, (al-ahwal al-syakhsyiyah, perbandingan mazdhab, jinayah-siyasah), ushul fiqh, filsafah (Islam), ulum al-tafsir, ulum al-hadist, teori dan praktik dakwah dan pendidikan Islam, bahkan sampai merembet pada persoalan-persoalan yang terkait dengan pemikiran ekonomi dan politik Islam. Lima fakultas di lingkungan IAIN1  (Adab, Dakwah, Syari'ah, Tarbiyah dan Ushuluddin) seluruhnya mengajarkan ilmu kalam dalam Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU). Sedemikian kokohnya kedudukan ilmu kalam dalam studi-studi keislaman sehingga nyaris terlupakan sisi historisitas bangunan pola pikir, logika, metodologi dan sisitematika keilmuam kalam itu sendiri, yang pada gilirannya terlupakan pula agenda pengembangannya. Bagaimana sejarah perkembangan "teori-teori" ilmu kalam, model/tipe logika apa yang biasa digunakan oleh para penggunanya, faktor apa saja yang mendorong menguatnya pengaruh pendekatan kalam dalam keberagamaan Islam? Mengapa kemudian muncul ke permukaan pendekatan tasawuf menjadi counter terhadap model dan corak pendekatan kalam? Kritik terhadap model pendekatan kalam oleh ulama klasik begitu gencar, tetapi mengapa ia tetap bertahan kokoh seperti sediakala, bahkan belakangan terkesan "diproteksi" oleh berbagai kepentingan sosial-politik yang selalu mengelilinginya?
Pada era globalisasi agama dan budaya, umat Islam di seantero dunia secara alamiah harus bersentuhan dan bergaul dengan budaya dan agama orang lain. Sering kali dijumpai bahwa umat Islam, baik sebagai individu dan lebih-lebih sebagai kelompok, mengalami kesulitan keagamaan -untuk tidak mengatakan tidak siap-ketika harus berhadapan dengan arus dan gelombang budaya baru ini. Bangunan keilmuan kalam klasik rupanya tidak cukup kokoh menyediakan seperangkat teori dan metodologi yang banyak menjelaskan bagaiamana seorang agamawan yang baik harus berhadapan, bergaul, bersentuhan, berhubungan dengan penganut agama-agama yang lain dalam alam praksis sosial, budaya, ekonomi, dan politik.

Senin, 12 Desember 2011

MAKALAH TEOLOGI ISLAM (ILMU KALAM)


TEOLOGI ISLAM

Dalam Islamic Studies atau Dirasat Islamiyah, ilmu kalam (`ilm al-kalâm) termasuk kajian yang pokok dan sentral. Ilmu ini termasuk rumpun ilmu ushuluddin (dasar-dasar atau sumber-sumber pokok agama). Begitu sentralnya kedudukan ilmu kalam dalam Dirasat Islamiyah sehingga ia menawari, mengarahkan sampai batas-batas tertentu "mendominasi" arah, corak, muatan materi dan metodologi kajian-kajian keislaman yang lain, seperti fikih, (al-ahwal al-syakhsyiyah, perbandingan mazdhab, jinayah-siyasah), ushul fiqh, filsafah (Islam), ulum al-tafsir, ulum al-hadist, teori dan praktik dakwah dan pendidikan Islam, bahkan sampai merembet pada persoalan-persoalan yang terkait dengan pemikiran ekonomi dan politik Islam. Lima fakultas di lingkungan IAIN1  (Adab, Dakwah, Syari'ah, Tarbiyah dan Ushuluddin) seluruhnya mengajarkan ilmu kalam dalam Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU). Sedemikian kokohnya kedudukan ilmu kalam dalam studi-studi keislaman sehingga nyaris terlupakan sisi historisitas bangunan pola pikir, logika, metodologi dan sisitematika keilmuam kalam itu sendiri, yang pada gilirannya terlupakan pula agenda pengembangannya. Bagaimana sejarah perkembangan "teori-teori" ilmu kalam, model/tipe logika apa yang biasa digunakan oleh para penggunanya, faktor apa saja yang mendorong menguatnya pengaruh pendekatan kalam dalam keberagamaan Islam? Mengapa kemudian muncul ke permukaan pendekatan tasawuf menjadi counter terhadap model dan corak pendekatan kalam? Kritik terhadap model pendekatan kalam oleh ulama klasik begitu gencar, tetapi mengapa ia tetap bertahan kokoh seperti sediakala, bahkan belakangan terkesan "diproteksi" oleh berbagai kepentingan sosial-politik yang selalu mengelilinginya?

Sabtu, 10 Desember 2011

kaidah-kaidah fiqh yang umum dan kusus


BAB I
PENDAHULUAN

I. Latar Belakang Masalah
Qawaidul fiqhiyah  (kaidah-kaidah fiqh) adalah suatu kebutuhan bagi kita semua khususnya mahasiswa fakultas syari’ah. Banyak dari kita yang kurang mengerti bahkan ada yang belum mengerti sama sekali apa itu Qawaidul fiqhiyah. Maka dari itu, kami selaku penulis mencoba untuk menerangkan tentang kaidah-kaidah fiqh, mulai dari pengertian, sejarah, perkembangan dan beberapa urgensi dari kaidah-kaidah fiqh.
Dengan menguasai kaidah-kaidah fiqh kita akan mengetahui benang merah yang menguasai fiqh, karena kaidah fiqh itu menjadi titik temu dari masalah-masalah fiqh, dan lebih arif di dalam menerapkan fiqh dalam waktu dan tempat yang berbeda untuk kasus, adat kebiasaan, keadaan yang berlainan. Selain itu juga akan lebih moderat di dalam menyikapi masalah-masalah sosial, ekonomi, politin, budaya dan lebih mudah mencari solusi terhadap problem-problem yang terus muncul dan berkembang dalam masyarakat.